Rabu, 18 Agustus 2021

Resume Asmaul Husna Al- Afuww

                               


                 


AL - AFUWWU

(MAHA PEMBERI MAAF)


Al - Afuwwu adalah nama bagi Allah yang ada dalam Alquran. Al - Afuwwu memiliki arti Maha pemberi maaf. Allah SWT suka memaafkan kesalahan dan menghapuskan dosa hamba-hamba-Nya. Allah tidak sering menghukum orang-orang yang berbuat maksiat. Allah adalah Dzat yang menampakan kebagusan dan menutup kejelekan di dunia dan memaafkannya di akhirat. Seperti pada potongan surah dibawah ini :

QS. An-Nisa Ayat 99

فَاُولٰٓٮِٕكَ عَسَى اللّٰهُ اَنۡ يَّعۡفُوَ عَنۡهُمۡ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَفُوًّا غَفُوۡرًا

maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

Meneladani sifat ini, berarti kita harus dapat memaafkan kesalahan orang lain jangan suka mendendam. Allah Yang Memiliki segalanya saja mau memaafkan setiap kesalahan hamba-Nya, tentunya kita juga. Dengan demikian maka tidak ada perselisihan dan dendam diantara manusia sehingga tercipta kedamaian dan ketentraman bersama.

#Tambahan : 

Beda Al-Ghoffar dengan Al-Afuwwu:

Al - Ghoffar yang memiliki arti Maha Pengampun hanya dimiliki Allah saja, sedang untuk manusia menggunakan kata maaf.

#Tentang Taubat :

Taubat adalah perbuatan menyesali kesalahan yang telah dilakukan dan berjanji tidak melakukan lagi. Taubat harus didahului dengan meminta ampun kepada Allah. Dan kalau ada salah pada sesama manusia harus meminta maaf. Maka Allah akan memaafkan. 

Taubatan Nasuha didefinisikan sebagai tobat yang sungguh-sungguh, meminta ampun sebesar-besarnya pada Allah, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya pada masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi pada masa mendatang.

Resume Asmaul Husna Al-Ghoffar

 


Al- GHAFFAR

(Yang Maha Pengampun)

 

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

“Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Shaad :66)

 

Al- GHAFFAR artinya Maha Pengampun. Berarti Allah akan memberi ampunan kepada hamba-hambaNya, karena karunia dan rahmatNya bukan karena taubat seorang hamba atau taatnya. Akan tetapi taubat dan taatnya seorang hamba adalah kebutuhan kepada Allah. Seperti yang difirmankan Allah dalam sebuah hadits Qudsi :

 "Hambaku seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebanyak bumi itu pula, asal engkau tidak menyekutukan Aku." 

Ketika seseorang mempunyai kesalahan harus minta maaf. Dan  sebaliknya jika ada teman atau orang lain yang melakukan kesalahan dan meminta maaf kita harus memaafkanh. Karena kita harus meneladani sifat Allah SWT yang bernama AL GHAFFAR.

Jawaban tugas BI by Khalily

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...... Pada tulisan kali ini saya ingin menjawab tugas Bahasa Indonesia yang diberikan Pak Fatah ...